Sunday, December 28, 2014

ORANG INI UNGGAH FOTO AWAN BERBENTUK PENIS


Mungkin kamu pernah melihat langsung awan di angkasa membentuk sesuatu yang unik, misalnya membentuk Nenek sihir tentunya kamu tahu kalau awan itu bisa membentuk apa saja entah terjadi begitu saja atau memang ada yang mengaturnya, kalau ada yang mengatur lalu siapa? pastinya itu terjadi secara alami bukan, atau ini juga sudah menjadi kehendakNYA, hmmm bisa jadi.

Selama hidup kamu berapa kali melihat bentuk awan yang unik di langit secara langsung? mungkin tidak pernah ya atau sering melihat tapi melalui media, seperti yang terjadi saat ini melihat awan berbentuk alat vital manusia.

Bentuk awan ini memang rada furgal tidak sopan tapi siapa yang mau disalahkan? tapi sudahlah kita amati saja lagi pula kejadiannya tidak di sini, tetapi di suatu negara yaitu di Kota Derbyshire, Inggris.

Awan membentuk sesuatu tidaklah berlangsung lama, tetapi hanya terjadi beberapa saat, secara kebetulan ketika segumpal awan membentuk penis ini di ketahui seorang warga setempat bernama Jim, orang ini tak sengaja melihat awan berbentuk penis dari jendela rumahnya, pria ini sontak terkejut begitu melihat obyek tak biasa dan langka, yakni awan membentuk penis.

Tak ingin moment langka itu berlalu sia-sia bahkan orang tak akan percaya kalau hanya di beri tahu secara lisan, maka Jim langsung ambil Kamera untuk mengabadikan obyek langka tersebut,

“Ketika diriku melihat di langit ada awan berbentuk penis raksasa, aku langsung mengambil kamera dan memotretnya.” kata Jim senang.

Setelah berhasil memotret beberapa gambar Jim langsung mengunggahnya di jejaring sosial Facebook miliknya, memang ini bukan kali pertama terjadi awan membentuk penis, pada bulan lalu ada bentuk awan serupa, yaitu membentuk penis di inggris, menutur orang-orang awan bentuk penis itu kiriman dari tuhan yang maha kuasa.

Aneh jika ada anggapan seperti itu, mana mungkin tuhan mengirim awan berbentuk penis, ada-ada saja anggapan orang.


Laff,
-sister-

Friday, December 26, 2014

MODEL SEKSI SEMI BUGIL THAILAND NO SENSOR


Foto-foto model nude seksi luar biasa indah, foto-foto dengan pemandangan cukup sedap di pandang merupakan hasil kreasi seorang fotografer profesional Duong Quoc Dinh asal Thailand, sejak muda ia memang memliki bakat dalam seni grafi wanita bugil, seperti apa hasil kreasinya, silahkan anda bisa saksikan foto-foto di bawah ini.


















laff,
-sister-

Thursday, December 25, 2014

5 KISAH ANEH TAPI NYATA SAAT TSUNAMI ACEH 10 TAHUN SILAM


Masyarakat dunia terutama Indonesia tentu ingat betul musibah Tsunami Aceh 10 tahun silam. Ratusan ribu orang tewas dalam musibah tersebut.

Peristiwa itu tentunya menyimpan beragam cerita yang tentunya sebagian orang sebut itu aneh tapi nyata. Kisah janggal itu sendiri dituturkan dari para korban yang selamat. 

Mungkin bisa dibilang keajaiban selalu ada di setiap musibah. Akhirnya dari salah satu kisah tersebut menjadi buah bibir masyarakat dunia. 

Lalu apa saja kisah-kisah tersebut, berikut rangkuman sistersakuratoto... :)

1. Diselamatkan Ular Raksasa



 Kisah pertama datang dari seorang wanita bernama Ummikasum. Dia merasa bursyukur bisa bertahan hidup setelah bencana tsunami melnada kampung halamannya 10 tahun silam.

Kisah Ummikasum memang seperti tak masuk akal, namun ini sebuah kisah nyata. Saat tsunami memporak-porandakan Aceh, nyawanya bisa selamat setelah ditolong oleh seekor ular.

Ummikasum yang akrap disapa Maksum berprofesi sebagai juru memandikan mayat dan bidan kampung. Pekerjaan ini sudah dilakoninya selama 35 tahun. 

Maksum yang saat ini berusia 60 tahun memang tak mengingat persis bagaimana bisa diselamatkan ular tersebut. Namun seingatnya saat hantaman gelombang tsunami ini yang mencapai ketinggian gelombang sebatang pohon kepala tua itu datang dirinya tidak sadarkan diri lagi. Sehingga dia tidak bisa menceritakan bagaimana cara dirinya digulung oleh gelombang tsunami.

Akan tetapi tiba-tiba dirinya sudah berada di daerah jembatan Krueng Cut yang berjarak sekitar 800 meter dari rumahnya. Saat itulah dia baru sadar, bahwa bersamanya ada seekor ular besar yang melilit tubuhnya. Kepala ular tersebut menjulur ke arah wajah Maksum. Namun saat itu, Maksum tidak sedikit merasa takut.

Justru Maksum mengaku, sempat berbisik dengan suara nada lemas, meminta agar bisa diselamatkan ke daratan. "Saya bilang waktu itu, tolong selamatkan saya ke darat," ucapnya dengan bahasa Aceh.

Lantas, ular itu mengantar ke darat langsung bergerak dan menenggelamkan dirinya dalam sungai dan lagi-lagi tiba-tiba dirinya sudah berada di jembatan Lamnyong, Darussalam dengan Jaraknya sekitar 300 meter.

2. Kubah Tsunami dan Pria Berjubah Putih



Ada lagi kisah dari wara desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. menurut warga sekitar bukit tersebut, ketika gelombang tsunami menerjang ada kubah masjid yang terdampat hingga ke kampungnya. Padahal dari tempat semula di Masjid Jami Desa Lam Teungoh berjarak sekitar 2,5 Km dari kampung wara. Oleh warga sekitar kubah ini pun dinamakan kubah tsunami. Karena proses perpindahannya menurut warga karena gelombang tsunami.

Terdamparnya kubah ini di tengah-tengah persawahan dan berada di lereng gunung menyisakan banyak cerita mistis. Bahkan warga setempat meyakini ada kekuatan mistik hingga kubah ini terdampar sejauh itu.

Sriana (30), seorang pemandu yang telah bekerja setahun ini pernah menemukan tamu yang datang ke tempat ini berkelakuan aneh. Sekitar beberapa bulan lalu, dia mendapati seorang pengunjung paruh baya berdiri terpana saat melihat kubah tersebut.

Lantas, karena Sriana penasaran dengan tingkah laki-laki paruh baya ini, dia bertanya ada apa gerangan sampai ia termenung dan mengucapkan kalimah-kalimah Allah. "Jadi saya tanya kenapa, lalu laki-laki paruh baya itu bilang ada yang membawa kubah ini oleh 3 orang beserban putih," kata Sriana.

Namun sayang, Sriana tidak ingat lagi nama laki-laki tersebut. Demikian juga tidak mengetahui keberadaannya. Karena laki-laki paruh baya itu datang sendiri saat itu. Sriana penasaran dengan perkataan laki-laki misterius ini, lalu dirinya kembali bertanya siapa sosok berpakaian serba putih itu sebanyak 3 orang.

Lalu laki-laki paruh baya itu menyebutkan, seorang ulama besar dan memiliki 2 murid yang selalu bersamanya, yaitu Hamzah Fansuri bersama kedua muridnya yang membawa kubah ini.

"Ini kan kisah mistis, tidak diperlu terlalu percaya, tetapi cukup kita jadi pengetahuan saja, karena bisa saja terjadi hal-hal unik seperti itu, tetapi jangan percaya 100 persen, timpalnya.

Sriana mengaku, tidak jauh dari Masjid Jami, Masjid tempat kubah ini semula ada kuburan seorang ulama besar di Aceh, Tgk Hamzah Fansuri bersama 2 muridnya. Makam tersebut, katanya, saat ini sudah dilakukan pemugaran dan bahkan banyak orang pergi berziarah. Makam ini banyak orang percaya adalah seorang ulama yang keramat dan memiliki ilmu keislaman yang tinggi.

"Di sana memang ada 3 kuburan, 1 kuburan Tgk Hamzah Fansuri, 2 muridnya, makam-makam ini terletak di Ujung Pancu," jelasnya.

Kisah Tgk Hamzah Fansuri memang banyak terjadi kontroversi. Meskipun sudah pergi empat abad lalu, nama harumnya bisa terkenang sampai saat ini. Hamzah Fansuri selain seorang penyair terkenal dan juga meninggal ajaran sufisme hingga menyebar ke daerah-daerah. Sehingga keberadaannya pun misterius, ada banyak pendapat dan beberapa lokasi kuburan yang dipercaya Tgk Hamzah Fansuri.

Kuburan pertama dipercaya ada di Desa Oboh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam. Kemudian satunya lagi berada di di Desa Ujung Pancu, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar dan pendapat terakhir berada di Makkah.

Sampai saat ini keberadaan pasti makam Tgk Hamzah Fansuri ini tetap misterius dan membuat banyak orang bingung. Kemudian kembali ada pengakuan Kubah Tsunami yang terdampar ini di tengah sawah Tgk Hamzah Fansuri dan kedua muridnya dengan menggunakan baju serba putih yang menyelamatkannya.

3.  Kubah Masjid Ajaib



Warga Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar menamakan kubah ajaib itu Kubah Tsunami. Lantaran proses terhempasnya hingga belasan Km sehingga dianggap ajaib. Kubah inilah yang banyak diburu oleh wisatawan, terutama wisatawan asing untuk membuktikan dahsyatnya tsunami yang menerjang Aceh.

Untuk menuju ke tempat ini, harus melewati jalan yang belum beraspal sekitar 500 meter. Sebelum memasuki ke arena kubah dengan luas pekarangan sekitar 400 meter ini, terlebih dahulu mendapati sebuah kios yang berjualan pernak-pernik dan oleh-oleh milik Darmawan. Setelah memasuki dalam kawasan Kubah Tsunami, ada seorang wanita yang siap menyambut siapapun tamu yang datang.

"Banjir kemarin, karena hujan beberapa hari ini," kata Sriana (30), pemandu di Kubuh Tsunami mengawali pembicaraan.

Sejak sebelum tsunami, daerah ini merupakan persawahan warga. Saat tsunami menerjang Aceh, baru banyak orang mengunjungi daerah ini. Tentu punya alasan wisatawan datang yaitu ingin menyaksikan Kubah Tsunami yang terdampar dari Masjid Jami berasal dari desa Lam Teungoh. Jarak terdampar sekitar 2,5 Km dari tempat semula.

"Ada 7 orang selamat dalam kuba ini dan kubah ini ibarat kapal bagi mereka saat tsunami terjadi," jelas Sriana.

Kubah ini berbentuk bulat. Di dalam kubah ada cekungan yang terbuat dari semen. Di bawah kubah ada seperti lantai. Menurut Sriana, yang berbentuk lantai ini diperkirakan atap Masjid yang terlepas dan menjadi pondasi kubah ini yang berdiri kokoh. "Diperkirakan bobot kubah ini sampai 80 ton,"

4. Saat Tsunami Masjid Rahmatullah Tetap Berdiri Kokoh



Cerita lainnya adalah Masjid Rahmatullah di Lampuuk Nangroe Aceh Darussalam. Masjid ini masih kokoh saat tsunami menerjang masjid tersebut. Padahal saat tsunami datang, seluruh bangunan hancur dan terhempas hingga ratusan meter dan masjid Rahmatullah masih kokoh berdiri meski letaknya 500 meter dari bibir pantai masih berdiri dengan kokoh.

Masjid itu dibangun pada 12 September 1997 oleh Gubernur Aceh saat itu Syamsudin Mahmud. Masjid ini menjadi satu-satunya bangunan yang masih kokoh dari sebuah perkampungan di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Sebelum Tsunami, perkampungan ini dihuni oleh sekitar 6.000 jiwa. Kebanyakan berasal dari kelas menengah ke atas. Masyarakat di perkampungan ini kebanyakan karyawan PT. Semen Andalas Indonesia. Ada juga nelayan dan petani.

5. Hilang 10 tahun Saat Tsunami, ABG 15 tahun Di temukan di Malaysia



Menjelang peringatan 10 tahun tsunami Aceh, Pemerintah Aceh berhasil memulangkan seorang anak korban tsunami berusia 15 tahun dari Malaysia. Selama ini di Malaysia dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan juga korban trafficking.

Namanya Fanisa Rizkia (15) tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (19/12) sekira pukul 08.05 WIB disambut oleh Karo Humas, Pemerintah Aceh, Mahyuzar. Sedangkan yang menjemput Fanisa Rizkia di Malaysia ditugaskan oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari bersama rombongan.

Fanisa Rizkia dalam konferensi pers di depan awak media mengaku sangat senang bisa kembali ke Aceh. Meskipun dia tidak memiliki lagi keluarga, namun bahagia bisa menginjak kaki kembali di bumi Serambi Mekkah. Fanisa merupakan salah satu dari ribuan korban tsunami Aceh.

"Senang bisa kembali ke Aceh, saya tidak mau lagi balik ke Malaysia," kata Fanisa Rizkia di ruang VVIP Bandara SIM, Blang Bintang.

Selama di Malaysia, kata Fanisa Rizkia, dia sempat disiksa oleh pemilik agen Asraf penampung tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Bahkan agen Asraf tidak memberikan gaji hasil kerjanya.

"Kalau majikan baik, tetapi agen yang tidak baik, gaji gak dibayar, alhamdulillah sekarang sudah bisa pulang," terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh, Bukhari yang ikut menjemput langsung ke Malaysia mengatakan, ini hasil kerja sama dengan Kedutaan Pemerintah Indonesia di Malaysia. Kedutaan menemukan TKI asal Aceh yang tidak memiliki dokumen yang lengkap.

"Hasil pemeriksaan dari Kedutaan kita terbongkarlah Fanisa korban tsunami, lalu kita komunikasikan untuk dipulangkan," tutupnya.

Bukhari menjelaskan, Fanisa juga korban trafficking selama 5 bulan di Malaysia. Sebelumnya Fanisa tinggal di Medan bersama ibu angkatnya bernama Sabariah, namun kemudian Sabariah meninggal dan keluarganya tidak menerima Fanisa, hingga dia hidup gelandangan di Medan sampai dijual ke Malaysia sekitar 5 bulan lalu.



-sister-

Sunday, December 21, 2014

Belah Laut Merah, Musa Tak Andalkan Keajaiban Tuhan


Untuk melakukan itu semua, Nabi Musa harusnya memiliki perhitungan sempurna dan harus mendapat pemberitahuan lebih dahulu dari Tuhan.

Seorang pakar kelautan mengaku telah mengetahui rahasia terbelahnya Laut Merah, saat Nabi Musa menyelamatkan diri dari kejaran tentara Firaun.

Bruce Parker, profesor tamu di Stevens Institute of Technology, New Jersey mengklaim Nabi Musa tidak mengandalkan keajaiban dari Tuhan untuk membelah Laut Merah.

Tapi dia mungkin menggunakan pengetahuannya tentang pasang surut saat memimpin orang-orang Israel menyeberangi Laut Merah, untuk menghindari kejaran tentara Firaun.

Mantan kepala ilmuwan National Ocean Service di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat ini menulis di Wall Street Journal, bahwa Nabi Musa menggunakan pengetahuannya tentang pasang surut untuk memastikan orang-orang yang dibimbingnya bisa menyeberang dengan selamat.

Sebelumnya ada teori yang menyebutkan, terbelahnya Laut Merah akibat tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi. Hal ini karena sebelum tsunami terjadi, biasanya perairan pesisir akan surut.

Namun teori itu dibantah Parker yang menyebutkan bahwa air akan kembali dalam waktu 20 menit. Waktu sesingkat itu tidak bisa memberikan cukup waktu bagi Nabi Musa untuk menyeberang dasar laut yang kering, yang diduga berada di Teluk Suez yang terletak di ujung utara Laut Merah.

Selain itu, Nabi Musa harus mendapat pemberitahuan lebih dahulu dari Tuhan bahwa akan terjadi gempa bumi dan tsunami.

Jika terjadi surut di Teluk Suez maka dasar lautnya bisa kering selama berjam-jam. Nabi Musa berkemah di pantai sebelah barat Teluk Suez ketika tentara Firaun terlihat di kejauhan.

Awan debu yang ditimbulkan oleh kereta dan kuda tentara Firaun yang mendekat akan memungkinkan Nabi Musa untuk menghitung waktu kedatangan mereka, kata Parker.

Karena hidup di gurun, Nabi Musa memiliki pengetahuan soal pasang surut Laut Merah dan dengan melihat bulan, ia bisa memprediksi kapan surut akan terjadi.

Pengetahuan ini tidak dimiliki tentara yang tinggal di sepanjang Sungai Nil, yang terhubung ke Laut Mediterania yang tidak memiliki pasang surut yang unik.

"Mengetahui kapan surut akan terjadi, berapa lama dasar laut akan tetap kering dan kapan air akan naik kembali, Nabi Musa bisa merencanakan pelariannya bersama orang-orang Israel," tulis Parker.

Saat terjadi pengejaran, bulan purnama muncul secara penuh dan itulah saat surut berada di titik terendah sehingga dasar laut bisa tetap kering selama berjam-jam.

Memberikan waktu yang lama bagi Nabi Musa untuk menyeberang. Jika demikian, maka air pasang akan berada di titik tertingginya sehingga mampu menenggelamkan tentara Firaun.

Untuk melakukan itu semua, Nabi Musa harusnya memiliki perhitungan sempurna.

Parker bukanlah ilmuwan pertama yang mengajukan teori ini untuk menjelaskan keajaiban Laut Merah. Dalam sebuah tulisan yang ditulis oleh seorang sejarawan kuno bernama Artapanus yang hidup antara 80-40 SM mengatakan; "Musa, yang menjadi pejabat negara, menunggu air surut dan memimpin orang-orang menyeberang lautan saat dasarnya kering."



-sister-